Jumat, 03 April 2020

Bahaya Virus Corona

Coronavirus, Coronavirus Covid-19
Public Domain
Bahaya virus corona atau Covid-19 yaitu transmisi yang cepat dan lebih mudah dibandingkan wabah SARS yang pernah melanda dunia pada tahun 2003, dikutip dari Financial Times. Penyebaran yang cepat ini membuat kasus positif corona di dunia mencapai 935.957 per Kamis (2/4/2020) atau dalam kurun waktu 5 bulan atau sejak kasus pertama ditemukan pada November 2019.  Virus corona menyerang saluran pernapasan manusia. Seseorang dapat terinfeksi dari penderita Covid-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi Covid-19. Bisa juga seseorang terinfeksi Covid-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit. Virus baru ini memiliki gejala awal seperti demam, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih, dan lesu. Dikutip dari BBC, pemeriksaan data oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari 56.000 pasien menunjukkan 6 persen memiliki gejala kritis seperti gangguan pada paru, septic shock hingga risiko kematian. Sebanyak 14 persen mengalami gejala berat yaitu kesulitan bernapas dan sesak napas. Sementara 80 persen lainnya memiliki gejala ringan seperti demam, batuk dan beberapa memiliki pneumonia. Meski pasien yang memiliki risiko meninggal hanya sekitar 6 persen, proporsi ini tak dapat disepelehkan. Kasus meninggal karena Covid-19 di seluruh dunia mencapai 47.245 dengan jumlah tertinggi berasal dari Italia yakni 13.155. Kasus meninggal terbanyak kedua terdapat di Spanyol dengan jumlah 9.387. Cina, sebagai negara pertama yang mendeteksi virus baru uni mencapat kasus meninggal sebanyak 3.312. Sementara di Indonesia, kasus meninggal mencapai 157, menurut data Worldometers. Lansia disebut menjadi salah satu kelompok yang sangat rentan dengan virus baru ini, termasuk mereka yang menderita penyakit lain misalnya asma, diabetes, penyakit jantung hingga tekanan darah tinggi. Kelompok ini berpotensi memiliki gejala berat hingga kritis jika terinfeksi Covid-19. Data dari Cina juga menunjukkan bahwa pria berisiko sedikit lebih tinggi meninggal akibat virus daripada wanita. Yang membuat virus ini lebih berbahaya karena tak semua yang terinfeksi menunjukkan gejala serius. Bahkan ada yang mengalami gejala ringan bahkan tanpa gejala atau silent carrier. Silent carrier ini sulit dideteksi sebab hanya bisa diketahui hanya melalui pemeriksaan. Sementara mereka yang tidak menunjukkan gejala, bisa saja berpikir bahwa dirinya sehat dan beraktivitas seperti biasa. Padahal ia dapat menularkan virus corona ini pada orang lain, baik di rumahnya maupun masyarakat umum lainnya, sehingga penyebaran makin meluas. Sebanyak enam dari sepuluh kasus coronavirus mungkin disebabkan oleh orang yang mengalami gejala ringan atau tidak sama sekali

Cara Membedakan Covid-19 dengan Flu Biasa
Orang yang terinfeksi Covid-19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut. Pemeriksaan medis yang akurat disertai rujukan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi Covid-19. Bagi setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas sangat direkomendasikan untuk segera mencari pengobatan, dan memberitahukan petugas kesehatan. Apalgi jika melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan.

Cara Mencegah Penularan Virus Corona
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini adalah menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas atau kekebalan tubuh meningkat.
Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Menurut Kemenkes RI, sekitar 98 persen penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting. Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan). Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum. Selanjutnya hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh. Gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda. Menunda perjalanan ke daerah negara yang mana virus ini ditemukan. Hindari bepergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat. Selalu pantau perkembangan penyakit Covid-19 dari sumber resmi dan akurat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat.

Alasan Tidak Perlu Panik Menghadapi Covid - 19

Coronavirus, Infeksi, Dunia, Mikroba, Epidemi, Covid-19
Public Domain
Ada beberapa alasan mengapa kita tidak perlu panik menghadapi pandemi corona COVID-19 yang diminta dilansir dari The Conversation :

1. Virus corona COVID-19 sudah teridentifikasi
Tidak seperti wabah AIDS yang pertama kali muncul pada Juni 1981, virus corona COVID-19 dapat langsung diaktifkan. Untuk masalah AIDS, para pakar kesehatan perlu waktu dua tahun untuk bisa membutuhkan jenis virusnya. Kasus corona COVID-19 pertama kali ditemukan pada 31 Desember 2019 di Cina, lalu pada 7 Januari 2020, ia langsung dapat diperoleh. Genom untuk COVID-19 sudah tersedia pada 10 Januari. Ahli kesehatan WHO mendukung itu corona jenis baru ini termasuk kelompok corona 2B dari keluarga virus SARS. Oleh karena itu, nama virusnya adalah SARS-CoV-2. Penyakitnya dikenal dengan COVID-19. Virus corona ini merupakan zoonosis atau berasal dari hewan, dan dikeluarkan dari kelelawar. Virus korona ini hidup dengan bermutasi, dan mutasinya pun tidak terlalu tinggi.

2. Alat deteksi corona sudah tersedia
Dibandingkan wabah-wabah penyakit sebelumnya, kali ini masyarakat tidak perlu disimpan karena alat pendeteksi virus corona COVID-19 sudah ditemukan. Sejak 13 Januari 2020, dokter-dokter sudah bisa mengecek keadaan pasien yang terpapar virus corona COVID-19

3. Proses karena COVID-19 di Cina sudah membaik
Ketika kasus COVID-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina, hingga sekarang kasusnya terus meningkat di negara tersebut. Kontrol ketat dan isolasi yang dilakukan Cina kini terbayar. Dari data epidemik yang ditemukan juga, virus corona COVID-19 berkembang di wilayah yang sangat spesifik sehingga lebih mudah dikontrol.

4. 80% kasus COVID-19 tidak parah
Penyakit yang menyebabkan COVID-19, 81 persennya merupakan kasus sedang. Sementara itu, 14 persennya menyebabkan pneumonia, dan lima persen sisanya dapat berakibat parah, bahkan hingga kematian. Namun, dengan sebaran statistik, kita tidak perlu panik, kendati tetap harus waspada.

5. Pasien Terus Sembuh
Sebagian besar porsi berita yang sampai di masyarakat menyatakan tentang kasus infeksi corona dan jumlah yang sudah meninggal. Padahal, di luar itu, sebagian besar orang yang terpapar corona COVID-19 dinyatakan pulih, hingga kini, 13 persen lebih banyak kasus yang diselesaikan daripada yang meninggal. Proporsi tersebut diprediksi terus meningkat.

6. Virus corona COVID-19 bisa dihilangkan
Virus corona COVID-19 dapat dihilangkan dari permukaan benda dengan sekaan etanol yang mengandung 62-72 persen alkohol, 0,5 persen hidrogen peroksida atau natrium hipoklorit dengan kandungan 0,1 persen pemutih. Ia dapat dinon-aktifkan dalam waktu satu menit saja. Mencuci tangan dengan air dan sabun adalah cara paling efektif untuk menghindari penularan virus corona COVID-19.

7. Sudah ada prototipe vaksin corona
Sampai sekarang, sekitar sekarang sedang mencari vaksin penangkal virus corona. Pada 24 Januari 2020, kumpulan peneliti dari Universitas Queensland, Australia telah mengumumkan pembuatan prototipe dengan teknik yang disebut "penjepit molekuler". Prototipe ini akan segera diujicobakan untuk manusia.

8. Percobaan antivirus corona COVID-19 sedang berlangsung
Penyediaan vaksin adalah upaya pencegahan penyakit. Selain itu, hingga sekarang, lebih dari 80 percobaan medis telah dilakukan untuk menganalisis virus corona COVID-19. Antivirus yang digunakan sudah diujicoba untuk infeksi lain. Sudah disetujui dan dinyatakan aman oleh pakar kesehatan. Di antara antivirus ini adalah remdesivir, klorokuin (chloroquine), oseltamivir, interferon-1b, dan lain sebagainya. Pandemik semacam ini pernah terjadi pada tahun 1918, kompilasi penyakit flu menyebabkan kematian lebih dari 25 juta jiwa dalam waktu kurang dari 25 minggu. Namun, saat ini, dengan bantuan teknologi dan kerja sama yang solid di kalangan masyarakat, virus corona COVID-19 akan teratasi.

Bagaimana Sebenarnya Virus Corona Bisa Menyebar

Covid-19, Virus, Coronavirus, Pandemi, Infeksi


Tembus 44 Negara, Bagaimana Sebenarnya Virus Para petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan, menyusul meluasnya wabah virus corona di negara itu, Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. Jumlah negara yang mengonfirmasi adanya kasus virus corona sudah lebih dari 44 negara hingga Kamis (27/02/2020). Secara global, jumlah kasus virus corona adalah sebanyak 82.455 kasus dengan jumlah 2.811 kematian. Lantas bagaimana virus corona menyebar?Melansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), virus corona diperkirakan menyebar terutama dari orang ke orang. Kasus pertama virus corona di Irlandia terjadi pada seorang pria yang juga baru saja kembali dari Italia. "Kasus ini terkait dengan perjalanan dari daerah yang terkena di Italia utara, kemudian terkonfirmasi," ungkap Departemen Kesehatan Irlandia dalam sebuah pernyataan. Kasus pertama virus corona di Irlandia terjadi pada seorang pria yang juga baru saja kembali dari Italia. "Kasus ini terkait dengan perjalanan dari daerah yang terkena di Italia utara, kemudian terkonfirmasi," ungkap Departemen Kesehatan Irlandia dalam sebuah pernyataan. Italia sendiri memang memiliki kasus positif virus corona terbanyak di Eropa. Saat ini, setidaknya ada 1.128 kasus corona dengan 29 korban meninggal di Italia. Virus corona di Italia juga mencatatkan kasus positif pertama bagi Luksemburg. Menteri Kesehatan Luksemburg Paulette Lenert mengatakan kasus positif virus corona pertama terjadi pada seorang pria berusia 40 tahun yang baru saja kembali dari Italia. Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah virus corona atau COVID-19 terus menyebar ke berbagai belahan dunia. Sejumlah negara pun melaporkan kasus positif virus corona pertama mereka, mulai dari Luksemburg hingga Irlandia. Dilansir dari AFP, Menteri Kesehatan Irlandia Simon Harris menyatakan pemerintah tidak menduga kasus corona benar-benar menimpa warga negaranya, meski pemerintah sudah berusaha mempersiapkan antisipasi untuk menghadapi penyebaran virus. Kasus pertama virus corona di Irlandia terjadi pada seorang pria yang juga baru saja kembali dari Italia. "Kasus ini terkait dengan perjalanan dari daerah yang terkena di Italia utara, kemudian terkonfirmasi," ungkap Departemen Kesehatan Irlandia dalam sebuah pernyataan. Italia sendiri memang memiliki kasus positif virus corona terbanyak di Eropa. Saat ini, setidaknya ada 1.128 kasus corona dengan 29 korban meninggal di Italia. Virus corona di Italia juga mencatatkan kasus positif pertama bagi Luksemburg. Menteri Kesehatan Luksemburg Paulette Lenert mengatakan kasus positif virus corona pertama terjadi pada seorang pria berusia 40 tahun yang baru saja kembali dari Italia. Pria tersebut menunjukkan gejala virus corona lalu dites dan terbukti positif. Pria itu kemudian langsung diisolasi di salah satu rumah sakit di Luksemburg. Lenert mengatakan orang yang terinfeksi telah kembali dari Italia melalui Bandara Charleroi di Belgia. Saat ini, ada sekitar 18 warga negara Luxemberg yang masuk dalam daftar karantina di Spanyol. Mereka merupakan turis yang tengah berlibur di destinasi wisata Tenerife. Mereka dikarantina karena dua orang warga negara Italia yang juga berada dalam program wisata tersebut telah dinyatakan positif terjangkit virus corona. Kemudian, Qatar dan Ekuador juga mencatatkan kasus positif virus corona pertama. Begitu pula dengan Yunani dan Nigeria. Berdasarkan data pantauan penyebaran virus corona dari Johns Hopkins CSSE, jumlah kasus positif virus corona mencapai 86.979 kasus pada Minggu (1/3) pukul 10.30 WIB. Jumlah korban meninggal mencapai 2.978 orang. 

Kasus virus corona di China mencapai 79.824 kasus, Korea Selatan 3.526 kasus, Italia 1.128 kasus, Iran 593 kasus, Jepang 241 kasus, Singapura 102 kasus, Perancis 100 kasus, Hong Kong 95 kasus, Jerman 79 kasus, Amerika Serikat 70 kasus, Spanyol 58 kasus, dan Kuwait 45 kasus. Kemudian, Thailand 42 kasus, Bahrain 41 kasus, Taiwan 39 kasus, Australia 25 kasus, Malaysia 25 kasus, Inggris 23 kasus, Saudi Arabia 21 kasus, Kanada 20 kasus, Swiss 18 kasus, Vietnam 16 kasus, Norwegia 16 kasus, Irak 13 kasus, Swedia 12 kasus, dan Macau 10 kasus. Lalu, Austria sembilan kasus, Israel tujuh kasus, Oman enam kasus, Belanda enam kasus, Kroasia enam kasus, Pakistan empat kasus, Meksko empat kasus, Lebanon empat kasus, Yunani empat kasus, India tiga kasus, Denmark tiga kasus, dan Filipina tiga kasus. Selanjutnya, Finlandia tiga kasus, Rumania tiga kasus, Azerbaijan tiga kasus, Rusia 2 kasus, Brasil dua kasus, Afghanistan satu kasus, Qatar satu kasus, Nepal satu kasus, Lithuania satu kasus, Kamboja satu orang, Georgia satu orang, dan Irlandia satu kasus. Diikuti, Nigeria satu kasus, Ekuador satu kasus, Algeria satu kasus, Islandia satu kasus, Belgium satu kasus, San Marino satu kasus, Makedonia Utara satu kasus, Luxemberg satu kasus, Monaco satu kasus, Belarus satu kasus, Selandia Baru satu kasus, Estonia satu kasus, Mesir satu kasus, dan Sri Lanka satu kasus.

Manfaat Social Distance Kurangi Penyebaran Covid - 19


Covid-19, Coronavirus, Jarak Sosial, Menjauhkan, Jarak

Public Domain

Menekan Laju Penyebaran Virus Yakin sosial jarak dirumahaja yang kamu lakukan sudah tepat

Penjajaran sosial adalah imbauan yang dilakukan dengan tujuan dapat mengurangi risiko penyebaran virus corona covid-19. Penyebab, salah satu cara penularan virus corona covid-19 adalah dengan tetesan yang tidak diketahui dapat dikeluarkan oleh orang lain di sekitar. Tidak hanya itu, melakukan interaksi dan bahkan bersentuhan dengan orang lain pun dapat menjadi salah satu penyebab dari penularan virus corona covid-19 tersebut. Maka dari itu, dengan melakukan jarak sosial pada saat ini adalah tindakan yang tepat. Melakukan pendampingan sosial berarti Anda dapat melakukan segala rutinitas Anda dari rumah. Dengan begitu, secara tidak langsung finansial Anda akan jauh lebih dapat diatur. Sebab, Anda dapat mendukung yang selama ini mendukung rutinitas Anda di luar rumah. Pengeluaran yang dapat dilakukan pada saat Anda melakukan sosial jarak adalah biaya transportasi, makan siang, dan lain sebagainya. Dengan berdiam diri di rumah, maka Anda dapat memulihkan manajemen keuangan akan dapat diperbaiki dengan efektif. Banyak aktivitas manusia di bumi yang menyebabkan polusi udara, suara, hingga udara. Masalah yang dapat menyebabkan masalah lingkungan seperti pemanasan global di seluruh dunia. Dengan adanya imbauan jarak sosial, maka aktivitas manusia yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan dengan drastis. Penyebab, segala aktivitas yang dapat dikerjakan dari rumah mampu mengurangi rutinitas manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Beberapa aktivitas yang dapat menyebabkan perubahan di antara yang lain menggunakan bahan bakar fosil sebagai hasil dari mobilitas manusia untuk beraktivitas di luar rumah. Tidak hanya itu, penggunaan lampu dan listrik yang sangat besar di pusat pengeluaran, kantor, dan tempat-tempat wisata juga dapat menyumbang polusi yang tinggi.
Memiliki Waktu Lebih Banyak dengan Orang Terdekat, ilustrasi keluarga bahagia. Penjajaran sosial membuat waktu untuk beraktivitas di rumah menjadi lebih panjang. Hal ini dapat menjadi momen yang tepat untuk mengisi waktu bersama orang terdekat di rumah. Anda dapat melakukan berbagai kegiatan yang positif bersama keluarga seperti melakukan olahraga bersama hingga menyimpan perabot rumah bersama. Dapatkan anggota keluarga yang tinggal di rumah tetap sehat agar tidak terjadi penularan virus corona covid-19. Jika salah satu anggota keluarga mengubah, segera lakukan isolasi diri di ruang terpisah dari anggota keluarga yang lain. Selama di rumah, maka Anda akan memiliki waktu yang lebih. Gunakan waktu ini untuk melakukan hobi yang selama ini tertunda dari untuk kesibukan Anda. Bila perlu, eksplor hobi baru agar otak Anda terus berkembang positif. Gali hobi baru Anda seperti pada bidang musik, kepenulisan, olahraga, seni, dan lain-lain. Selain mendapatkan hobi baru, Anda juga dapat mengasah kreativitas. Manfaat lain yang dapat diperoleh selama jarak sosial adalah Anda dapat memperbaiki pola tidur yang selama ini kurang teratur. Pada saat sosial menjauhkan, hindari untuk tidur terlalu lama. Sebab, hal tersebut sebaliknya akan menimbulkan masalah kesehatan seperti Peningkatan kadar gula darah hingga diabetes. Maka dari itu, istirahat dalam rentang waktu yang normal yaitu 7-8 jam per hari. Memiliki Waktu Untuk Olahraga Tubuh yang sehat adalah tubuh yang sering melakukan aktivitas fisik. Dengan melatih tubuh melalui olahraga, maka sistem daya tahan tubuh juga akan meningkat. Dengan melakukan jarak sosial, Anda dapat memiliki lebih banyak waktu untuk berolahraga. Mungkin selama ini Anda tidak perlu waktu untuk berolahraga karena rutinitas yang Anda keluarkan untuk berangkat olahraga. Padahal, olahraga adalah aktivitas yang penting untuk dilakukan bagi tubuh tetap sehat.Waktu Bersantai Lebih Banyak. Waktu yang selama ini lebih banyak digunakan untuk beraktivitas di luar rumah akan lebih banyak dihabiskan di dalam rumah. Anda dapat meluangkan waktu lebih banyak untuk melakukan relaksasi. Relaksasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melakukan perawatan diri sendiri sambil menonton film. Kegiatan ini pun dapat dilakukan bersama-sama dengan anggota keluarga. Namun, nikmati seluruh keluarga lebih dulu sebelum menghabiskan waktu bersantai bersama di rumah. Itulah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari kompilasi Anda yang melakukan pengalihan sosial guna meningkatkan penyebaran virus corona covid-19.

Perbedaan Covid - 19 dengan SARS dan MERS


Kelelawar, Menggantung, Epidemi, Covid-19, Coronavirus



Perbedaan COVID-19 dengan SARS dan MERS Berdasarkan Masa Inkubasi
Masa inkubasi adalah waktu yang diperlukan oleh kuman untuk berkembang biak di dalam tubuh seseorang hingga menimbulkan keluhan. Dengan kata lain, masa inkubasi adalah rentang waktu antara terjadinya infeksi dan munculnya gejala. Meskipun virus penyebab COVID-19, SARS, dan MERS berasal dari keluarga virus yang sama, yaitu coronavirus, ketiga penyakit ini memiliki masa inkubasi yang berbeda. Masa inkubasi penyakit MERS adalah 2–14 hari (rata-rata 5 hari), dan masa inkubasi penyakit SARS adalah 1–14 hari (rata-rata 4-5 hari). Sementara masa inkubasi COVID-19 adalah 1–14 hari, dengan rata-rata 5 hari

Perbedaan COVID-19 dengan SARS dan MERS Berdasarkan Gejala dan Penyebaran
Pada derajat ringan, ketiga penyakit ini dapat menyebabkan demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, lemas, sakit kepala, dan nyeri otot. Jika semakin berat, gejala ketiganya dapat menyerupai pneumonia, yaitu demam, batuk parah, kesulitan bernapas dan napas cepat. Perbedaan besar di antara ketiga penyakit ini adalah COVID-19 jarang disertai keluhan pilek dan keluhan pencernaan, seperti buang air besar cair (menceret), mual, dan muntah. Penyebaran coronavirus dari hewan ke manusia sebenarnya sangat jarang, tapi hal inilah yang terjadi pada COVID-19, SARS, dan MERS. Manusia dapat tertular coronavirus lewat kontak langsung dengan hewan yang terjangkit virus ini. Cara penyebaran ini disebut transmisi zoonosis. SARS diketahui ditularkan dari luwak ke manusia, sedangkan MERS ditularkan dari unta berpunuk. Sementara pada COVID-19, ada dugaan bahwa hewan yang pertama kali menularkan penyakit ini ke manusia adalah kelelawar. Seseorang dapat terjangkit virus Corona jika ia menghirup percikan air liur yang dikeluarkan oleh penderita COVID-19 saat bersin atau batuk. Tidak hanya itu, penularan juga dapat terjadi jika seseorang memegang benda yang telah terkontaminasi percikan air liur penderita COVID-19 lalu memegang hidung atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. SARS dan COVID-19 diketahui lebih mudah menyebar dari manusia ke manusia daripada MERS. Dan jika dibandingkan dengan SARS, penularan COVID-19 dari manusia ke manusia lebih mudah terjadi dan lebih cepat. Sejauh ini, angka kematian akibat COVID-19 tidak lebih tinggi dibandingkan SARS dan MERS. Angka kematian SARS mencapai 10%, sedangkan MERS mencapai 37%. Namun, penularan COVID-19 yang lebih cepat dibandingkan SARS dan MERS membuat jumlah penderita penyakit ini meningkat tajam dalam waktu singkat.

Perbedaan COVID-19 dengan SARS dan MERS Berdasarkan Pengobatan
Sejauh ini, belum ada obat yang terbukti efektif dalam mengatasi COVID-19. Beberapa obat antivirus, seperti oseltamivir, lopinavir, dan ritonavir, sudah dicoba untuk diberikan kepada pasien COVID-19 sambil terus diteliti. Sedangkan pada SARS dan MERS, pemberian lopinavir, ritonavir, serta obat antivirus spektrum luas terbaru bernama remdesivir sudah terbukti efektif sebagai pengobatan. Pada penderita infeksi virus Corona dengan gejala yang berat, di samping obat antivirus, mereka juga perlu mendapatkan terapi cairan (infus), oksigen, antibiotik, serta obat-obatan lainnya sesuai gejala yang muncul. Penderita COVID-19 juga perlu dirawat di rumah sakit agar kondisinya dapat dipantau dan tidak menularkan infeksi ke orang lain. Upaya pencegahan terhadap ketiga penyakit ini dapat dilakukan dengan rutin mencuci tangan, menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, serta memasak daging dan telur hingga matang sebelum dimakan. Selain itu, sebisa mungkin hindari kontak dengan orang yang sedang batuk dan demam. Segera periksakan diri Anda ke dokter di fasilitas kesehatan terdekat, seperti klinik, Puskesmas, atau rumah sakit, apabila Anda mengalami gejala infeksi pernapasan, seperti demam, batuk, bersin, pilek, atau nyeri tenggorokan, apalagi jika Anda sampai mengalami sesak napas.

Kamis, 02 April 2020

Cara Mencegah Covid - 19


1. Rajin Mencuci Tangan

Walau terdengar umum, namun mencuci tangan adalah pangkal kebersihan dan kesehatan. Tangan adalah sumber kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan beragam penyakit. Cuci tangan minimal 20 detik dengan menggunakan sabun, dan air mengalir.
Langkah ini efektif membunuh kuman dan bakteri, termasuk virus corona. Cuci tangan menjadi salah satu cara mencegah penyebaran virus corona yang sangat diremondasikan, termasuk oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). 
3 dari 11 halaman


2. Kenakan Masker

Relawan membagikan masker kepada pejalan kaki di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (17/3/2020). Sebanyak 3.000 masker dibagikan secara gratis sebagai salah satu bentuk keprihatinan sekaligus berpartisipasi dalam upaya mencegah penyebaran virus corona COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Meskipun virus corona tidak menular lewat udara, upayakan untuk menggunakan masker agar tetap terlindungi dari virus. Jika kondisi Anda sehat, maka masker kain sudah cukup aman untuk dipakai.
Tapi jika kamu dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, maka upayakan untuk menggunakan masker medis yang memiliki ketebalan 3 lapis, alias 3 ply.

4 dari 11 halaman


3. Hindari Bersentuhan

Berpelukan, dan berjabat tangan, adalah hal yang harus dihindari. Dengan menghindari kontak kulit maka tak ada kemungkinan perpindahan virus dan kuman yang terjadi. 

5 dari 11 halaman


4. Jangan Sentuh Area Wajah

Ilustrasi/copyrightshuttestock/maroke
Virus corona bisa menyerang tubuh lewat area segitiga wajah seperti mulut, mata, dan hidung. Jadi, hindari untuk menyentuhnya agar tidak ada kemungkinan masuknya virus corona ke tubuh. 

6 dari 11 halaman


5. Etika Bersin dan Batuk

Virus corona bisa menular lewat droplet. Jadi saat bersin dan batuk, tutup dengan tisu atau lipatan tangan agar virus tidak menyebar ke orang lain. Jangan lupa untuk segera mencuci tangan setelahnya.

7 dari 11 halaman


6. Hindari Berbagi Barang Pribadi

Bukan pelit, tapi ini demi kesehatan bersama. Perlu diingat jika virus corona dapat bertahan pada permukan hingga tiga hari. Oleh sebab itu, usahakan untuk menggunakan barang pribadi dan tidak memakainya secara bergantian.

8 dari 11 halaman


7. Bersihkan Perabot Rumah

Selain menjaga kebersihan tubuh, Anda juga harus menjaga kebersihan rumah. Jangan lupa untuk gunakan cairan desinfektan untuk membersihkannya secara teratur sehingga tak ada kuman dan virus penyebab penyakit yang bersarang di rumah. 

9 dari 11 halaman


8. Physical Distancing

Hindari kerumunan dan jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain. Langkah ini bisa diterapkan saat berada di tempat umum atau luar ruangan sehingga kamu bsa mencegah terpapar virus corona.

10 dari 11 halaman


9. Selalu Mencuci Bahan Makanan

Jangan lupa untuk mencuci bahan makanan sebelum disantap atau disimpan di dalam lemari pendingin. Buah-buahan dan sayuran bisa dibersihkan dengan larutan hidrogen peroksida atau cuka putih yang sangat aman digunakan untuk makanan.
11 dari 11 halam

10. Tingkatkan Imunitas Tubuh

Hindari stres, makan makanan bergizi yang kaya vitamin dan mineral serta lakukan olahraga ringan agar badan tetap fit selama WFH di rumah. Saat imunitas tubuh baik, maka akan memperkecil kemungkinan Anda untuk terkena virus corona yang membahayakan kesehatan.
Dengan 10 langkah di atas, maka Anda bisa menjaga tubuh agar terhindar dari virus corona yang kian mewabah. 

Rabu, 01 April 2020

PPDB SMK 4 LPPM RI PADALARANG



April 01, 2020


Halooo Warga Bandung Barat !

Telah dibuka Pendaftaran Peserta Didik Baru untuk :
SMK 4 LPPM Padalarang
Untuk ibu, bapa dan para Pendaftar untuk peserta didik baru, ditengah wabah COVID-19 ini kita buka pendaftaran Online loooh .

Pendaftaran bisa dibuka di :
http://gg.gg/PPDB_SMK4LPPM / atau juga bisa daftar via DM no WA Admin

Untuk Token Pendaftaran dan Persyaratan bisa DM dulu via Whatsapp ke 085220842348 (Admin).

Jangan lupa ya selalu bersih-bersih dan cuci tangan menggunakan sabun selalu agar terhindar dari bakteri-bakteri dan kuman yang menempel pada tubuh kita .
Semoga kalian selalu diberi rezeki dan Kesehatan agar bisa menjalani aktivitas sehari-hari ..

Selamat bertemu di sekolah kita tercinta ya para peserta didik baru



TUGAS LANJUTAN HTML DAN CSS - XII RPL 1

NAMA : MEILYNA AMELLIA KELAS : XII RPL 1 1. TAMPILAN CODING 2. TAMPILAN HASIL CODING MOHON MAAF APABILA MASIH ADA KEKURA...